SALAFI MENGHANCURKAN SEJARAH ISLAM DI MALI

Kota Metropolis bawah air Atlantis, kota yang hilang dari El Dorado. Lembah mistik Shangri-La. Pasir menyapu kota Timbuktu. Tiga situs (Atlantis, El Dorado, Shangri-La) bisa dikatakan “fantasi”, tetapi Timbuktu adalah, situs sejarah yang sangat nyata, dan sangat penting. 

 Mungkin makna sejarah terbesar dari Timbuktu adalah sebagai pusat untuk belajar Islam dari 13 ke abad 17, selama Kekaisaran Mali (1230-1600) dan khususnya (1443-1558) khususnya masa Askia Mohammad I. Madrasah yang terkenal Timbuktu, termasuk Universitas Alquran Sankore, memiliki sekitar 25.000 siswa, di mana mahasiswa dan sarjana belajar agama, seni dan ilmu pengetahuan. 

 Ini juga merupakan situs sejarah yang berada dalam bahaya besar, karena Islam radikal, yang dikenal sebagai Ansaruddin, telah mengambil alih kota kecil di Mali itu, mengancam kehancuran monumen, situs keagamaan, dan dokumen berharga. 

Selama tahun 2012, Salafi/Wahabi melakukan penghancuran berbagai macam situs-situs sejarah, baik manuskrip/naskah kuno, makam orang Suci dan bangunan-bangunan bersejarah yang ada di Mali, Afrika. Tak luput pula, membunuh manusia. Telah dilaporkan adanya penghancuran makam dan masjid (simbol penting bagi kaum Sufi), bagi sejarawan banyak nilai sejarah di kota tersebut dengan koleksi naskah 70.000. 

Banyak naskah salinan yang dibuat oleh para ulama, namun banyak juga yang asli menghadapi ancaman dari resiko perawatan dan ancaman dari Ansaruddin. Mereka juga membakar manuskrip-manuskrip kuno di sana. Ousmane Halle mengatakan : "Ini benar-benar mengkhawatirkan," katanya kepada The Associated Press melalui telepon dari ibukota Mali, Bamako. "Mereka membakar semua naskah kuno yang penting. Buku-buku kuno geografi dan ilmu pengetahuan. Ini adalah sejarah Timbuktu, dan rakyatnya." (2) 

(Contoh manuskirp Astronomi Kuno) 

Para pejuang Islam yang terkait al Qaeda menggunakan sekop dan palu untuk menghancurkan makam orang suci di ibukota Mali Timbuktu dan mereka mengatakan akan mempertahankan kemurnian iman mereka terhadap penyembahan berhala.

Tapi sejarawan mengatakan kampanye kehancuran di kota-kota cagar yang terdaftar UNESCO dan merupakan sejarah Islam di Afrika, yang mencakup pesan toleransi selama berabad-abad. Kelompok pemberontak Anshoruddin yang pada April merebut Mali utara bersama dengan separatis Tuareg menghancurkan sedikitnya delapan makam Timbuktu dan beberapa makam, kuil yang berusia berabad-abad sebagai cermin kehidupan Sufi Islam di sana sehingga Timbuktu dikenal sebagai "Kota 333 Orang Suci". 

Teroris Wahabi / Salafi Para telah membunuh warga Sunni tak berdosa di seluruh dunia. Mereka telah menyerang orang-orang di Timbuktu, Mali. Mereka telah menghancurkan LEBIH 300 hanya dalam waktu beberapa hari saja. MENGAPA KITA TIDAK MENGHENTIKAN MEREKA? Kita harus menentang terorisme yang didukung Saudi di tanah Islam. 

Kita harus menghentikan teroris seperti Al-Qaeda. Kita harus menentang penghancuran masjid dan makam. Wahabi / Deobandi / Salafi teroris memiliki BANYAK dukungan dari milyarder Saudi yang kaya minyak dan baru-baru ini dapat dukungan dari pemerintah Ikhwanul Muslimin Mesir dan kelompok Mali Wahabi yang menyebar, Wahabi ini menyerang warisan Islam, seperti yang telah mereka lakukan selama beberapa dekade. 

Wahabi / Salafi / menentang budaya dan peradaban. Mereka adalah orang-orang anti-Islam yang menentang sejarah panjang peradaban dan budaya Islam. Wahabi / Salafi adalah orang-orang terbelakang yang kemudian berubah menjadi kaya dan lebih kaya, karenanya pulalah menyebabkan korupsi, kekerasa dan perilaku anti Islam. Saksikan aksi mereka di Mali pada Video berikut :


Referensi : 1) Yanabi : Why aren't we Sunnis doing more? 2) Carley Petesch and Krista Larson, Associated Press / January 28, 2013, “Islamists burn ancient manuscripts in Mali's Timbuktu”. 3) Pascal Fletcher, “Timbuktu tomb destroyers pulverise the history of Islam in Africa”, 3 Juli 2012.

Related Posts:

SEJARAH AWAL TEROR DAN SPIONASE

ANCIENT EGYPTIAN MILITARY, BRUTALITY AND TERROR
Pemukulan pada masa Mesir Kuno

TEROR DAN KEBRUTALAN MILITER MESIR KUNO

Semua dan semua, masyarakat Mesir kuno sangat tidak suka berperang. Masyarakat cukup puas dalam dunianya yang cenderung tak berubah dan tidak banyak melakukan kampanye penaklukan dan ketika mereka melakukannya tampak setengah hati. Salah satu alasan masyarakat Mesir mampu membangun candi besar dan piramida tersebu relatif tidak terganggu oleh perang dan bisa mencurahkan tenaga untuk proyek konstruksi ketimbang berkonsentrasi membangun tentara.

Bandingkan dengan Mesopotamia, Mesir tidak maju dari sisi militer. Dengan pula Mesir berposisi relatif terlindungi secara geografis. Tentara tidak dapat mencapai Mesir dengan melalui celah sempit (sisi utara dan selatan Nil, dan sisi terusan Suez (kin)) sehingga mudah untuk bertahan.

Tapi ini tidak berarti orang Mesir kuno malu menggunakan kebrutalan dan teror ketika itu cocok tujuan mereka. Pada 1300 SM, Raja Menephta melakukan balas dendam pada tentara Libya dengan memotong penis mereka. Sebuah monumen di Karnak berbunyi: "Phalluses jendral dari Libya -6. Phalluses memotong Libya-6,359 Sirculians tewas, phalluses memotong-222. Etruscan tewas, phalluses dipotong-542 Yunani tewas, phalluses mempersembahkan kepada raja-6,111



Fir’aun yang kembali dari kampanye angkatan laut kadang-kadang menampilkan mayat pangeran musuh di geladak. Salah satu dinding yang tersisa di Aula Hypostyle Aula di Karnak berisi prasasti berbunyi: "Yang Mulia bersuka cita pada awal pertempuran, ia senang untuk memasukinya, hatinya bersyukur saat melihat darah. Dia memenggal kepala pembangkang. ... Yang Mulia membunuh dengan sekali tebas -ia meninggal tanpa ahli waris, dan siapa pun melarikan diri dibawa sebagai tahanan di Mesir."
Penjara Mesopotamia, Mata-mata, wanita dan anak-anak

 
Orang Asyiria menguliti pemberontak

Kaum Asyiria menguliti para pemberontak. Pada masa Mesopotamia kuno tahanan perang tidak dijadikan budak oleh bangsa Sumeria, tetapi tetapi diasingkan di sebuah tempat. Kadang mereka jadi korban persembahan kuil. Hanya nampak laki-laki yang terbunuh dalam peperangan dan tahanan dan dalam ritus persembahan, bukan perempuan atau anak-anak. Sejarawan Ignace Gelb berpendapat hal tersebut karena “relatif mudah mengendalikan anak-anak dan peremuan” dan “aparat negara tetap tidak mampu mengontrol tahanan laki-laki yang rewel”. Ketika kekuatan negara meningkat, tahanan laki-laki “diberi tanda dan cap” dan “dibebaskan dan dikembalikan” atau dipakai sebagai tentara bayaran atau bodyguard raja.

Spion kita sebut pengintai atau mata-mata. Mereka sering dipekerjakan untuk memeriksa apa yang terjadi di kerajaan pesaing. Berikut ini sebuah teks Arkadia dari seorang “saudara” kepada raja lainnya, komplain bahwa dia telah melepaskan mata-mata sesuai kesepakatan yang telah dibuat tetapi tidak dibayar seperti yang dijanjikan:”kepad Til-abnu : beginilah kata Jakun-Asar “saudaramu” sebelumnya tentang pelepasan mata-mata yang telah kau tulis kepadaku. Adapun mata-mata yang datang padaku telah kulepaskan. Tentu saya harus melepaskanmu sekarang, sampai kau kirim uang tebusan. Sejak awal saya lepas spionmu, kamu harus selalu tidak memberikan uang tebusan. Aku disini-dan kamu di sana- keduanya harus melepaskan!”


Orang Elam (suka perang dari Babilonia), Perusak Mesopotamia

Elam (2400 SM. 539 SM) adalah salah satu suku perusak Mesopotamia. Mereka muncul di daerah barat daya Iran (sekarang) dan membangun ibu kota bernama Susa. Secara periodik berperang dengan orang Sumeria dan menghancurkan kota Ur pada tahun 2000 SM. Mereka berupaya terus menghancurkan Babilonia di abad 12 SM dan membawa kita Hukum Hamurabi kembali ke Susa.
Imperium UR III didirikan oleh Ur-Nammu yang diinvasi oleh orang Elam sekitar tahun 1950 SM dari timur, sebuah bencana yang diabadikan dalam ratapan Sumeria
 


Batu Bantalan Kemenangan Akkadian


Ur- di dalam ada kematian, di luar ada kematian
di dalam menyerah kepada kelaparan
Di luar dikirimi pisau oleh Elam
Oh..kotamu! Oh rumahmu! Oh rakyatmu!
Kekacauan ada dimana-mana
Patung-patung di gedung dipotong-potong
Ada mayat bergelimpangan di sungai Eufrat, perampok berkeliaran di jalan

Sebuah prasasti menggambarkan kehancurannya :

Lolongan badai di atas
di depannya api membakar
orang-orang mengerang
Di jalan, dimana prestasi dirayakan
berserakan terbaring ... orang-orang terbaring
Dalam tumpukan


Teror dan Kebrutalan Asyiria


 Tahanan Asyiria

Orang-orang Asyur (Asyiria) memerintah Mesopotamia dan sebagian besar wilayah Timur Dekat dan Tengah 883-612 SM. Pada puncaknya kerajaan Asyur dipusatkan di Nineveh, Irak dan mencakup apa yang sekarang adalah Irak, Suriah, Libanon, Yordania, Israel, dan Mesir dan sebagian besar Turki dan Iran. Bagi orang Asiria perang adalah bisnis dan mereka mati-matian berusaha mendapatkan keuntungan dari penaklukan. Orang-orang Asyur mulai menggunakan senjata besi dan baja di Mesopotamia sekitar 1200 SM (Setelah Hitit (Anatolia) tapi sebelum Mesir) dengan hasil yang mematikan. Juga menggunakan kereta perang. Mereka bukan orang pertama yang melakukan ini tetapi mereka adalah yang pertama mengatur ke dalam kavaleri.

Asyiria membangun militer besar di wilayah Mediteran saat itu. Militer mereka adalah tentara profesional, infantri, kereta, pemanah, kuda cepat, mesin dan pengangkut barang. Yang terpenting adalah sebuah kesatuan bodyguard, barangkali merupakan tentara resmi pertama. Unit lainnya dibentuk jika kebutuhan muncul. Dalam peperangan Asyiria menggunakan busur, ayunan, pedang besi dan tombak, pendobrak, bom minyak, tetapi ditaruh pada lembing. Kota yang menolah membayar upeti dijarah. Sesuai prinsip satu peringatan satu kota adalah “hancur seperti pot” dan penduduk dan pemimpin dijadikan tahanan “seperti gerombolan domba” karena tentara Asyiria menjarah.

Lord Byron menulis bahwa Asyiria pergi seteleh tetangga seperti “segirala yang ditekuk”. Mereka memaka tawanan menari telanjang sebagai bentuk ketundukan kepada penculik dan dibantai siapapun yang menentang mereka. Relief-Bas dari Operasi Chaldean (7th SM) menunjukkan kemenangan Asyiria dengan cara memukul kepala korban mereka, dengan alat pendobrak dan menembak tawanan. Batu beku di Nimrud dan Ninevah menunjukkan kereta perang menghancurkan tentara musuh, wanita dan anak-anak dan seorang raja Asyiria dan ratunya menikmati minuman di taman penuh dekorasi bersama pimpinan pasukan musuh menggantung dari pohon.

Setelah sebuah kemenangan Raja Asyiria Ashumasirpal berkoar, “aku potong kepala meraka; aku bakar mereka dengan api; aku tumpuk kepala di depan gerbang; laki-laki pancung; kota aku hancurkan ... aku jadikan kuburan dan menghancurkannya; pemuda dan gadis aku bakar. Raja Asyiria lainnya juga berkoar di tahun 691 SM: “Aku potong leher mereka seperti kambing...Kuda gagahku, terlatih, terjun ke darah mereka yang mengalir ke sungai, roda kereta perang menggilas dengan darah dan kotoran. Kupenuhi daratan dengan mayat prajurit mereka seperti dedaunan.
Orang-orang Asyiria murka mereka kepada orang-orang yang menentang mereka. Mereka yang bergabung dengan kerajaan mereka diperlakukan dengan baik. Di antara mereka yang menolak pria tewas dan para wanita dan anak-anak diculik dan dimukimkan kembali di negeri asing. Para wanita didorong untuk mengambil suami baru. Tabel kuno mengungkapkan bahwa pengungsi diberi makan, sepatu, minyak dan pakaian.

Standard (Perlengkapan) Perang Kerajaan of Ur
Sejarawan seni John Russell dari Massachusetts College of Art percaya Asyur lebih tidak suka berperang dan brutal daripada orang lain di jamannya, mereka hanya lebih baik dalam hal itu. Dia mengatakan bahwa gambar brutal kebanyakan ditemukan di ruang tahta Istana Ashurnasirpal dan dimaksudkan untuk mengintimidasi pejabat yang mengunjungi. Kamar yang ditempati oleh raja-raja dan ratu tidak memiliki seni seperti itu. Perhiasan yang ditemukan tampaknya ada di sana untuk mengusir roh jahat.

Sun Tzu dan Seni Perang

The Art of War (Seni Perang) adalah sebuah buku berpengaruh yang ditulis oleh Sun Tzu, seorang jenderal terkenal Cina, 2.400 tahun yang lalu, ketika firaun masih berkuasa di Mesir dan Yunani belum mencapai masa keemasan mereka. Dikagumi oleh Mao, Napoleon, Patton, Tony Soprano dan orang modern yang bekerja sebagai eksekutif, buku ini ringkas, 13-bab, pandauan bagaimana-untuk menggunakan taktik militer dalam mengalahkan musuh seseorang. Para pengagum memujinya buku sebagai kebijaksanaan. Kritikus mengatakan bahwa isi buku ini sangat jelas. Buku ini menganut ide yang untuk sebagian besar telah ada untuk waktu yang lama dengan cara yang terorganisasi rapi.

Sedikit yang dikethaui dari Sun Tzu, yang secara harfiah berarti Guru Ming. Tradisi menganggap bahwa ia hidup di abad ke-5 atau 6 SM, selama Periode Musim Semi dan Gugur, dan dilahirkan dalam sebuah keluarga aristokrat militer. Sebagai seorang pemuda ia menjadi penasehat panglima perang dari negara Wu dan membantunya mengalahkan saingannya yang lebih kuat dari negara Chu. Yang salinan yang lebih tua dikenal dari The Art of War ditulis pada potongan bambu kira antara 202 SM dan M. 9.





Nasehat Sun Tzu


 
Sun Tzu


"Seni perang," tulis The Sun Tzu, "adalah sangat penting untuk negara ... masalah hidup dan mati, kelangsungan hidup atau azab ... keunggulan sempurna terdiri dari memecah perlawanan musuh tanpa pertempuran." Untuk mengurangi pertumpahan darah dan menghindari risiko, Sun menekankan menghindari pertempuran kecuali kemenangan diyakini dan mengusulkan bahwa unjuk kekuatan bisa menghasilkan hasil yang sama dengan perjuangan sebenarnya. Sun mengatakan para pemimpin yang paling kuat tahu bagaimana untuk menang tanpa bertarung.

Tapi jika perang tidak dapat terelakkan, Sun Tzu menyatakan bahwa perang total adalah satu-satunya cara untuk pergi. Dan untuk itu ia menganjurkan perencanaan dan persiapan yang matang, organisasi yang baik, memanfaatkan kelemahan musuh, dan hati-hati memilih pertempuran.
Sun Tzu berkata "Perang adalah permainan licik" dan disarankan menggunakan mata-mata, mengacaukan informasi, serangan kejutan dan menabur kebingungan antara barisan musuh. Dia menyarankan tentara untuk bertindak kuat ketika mereka kuat dan bertindak yang kuat ketika mereka lemah dan menjadi fleksibel dan beradaptasi dengan rencana pertempuran sebagai perubahan kondisi
Ada bagian dalam The Art of War pada penyebaran pasukan, dukungan politik, dan menggunakan area, cuaca dan pengalihan. Salah satu taktik favorit Sun adalah penggunaan hasutan terhadap orang-orang dan membakar peralatan. "Api berkobar baik saat cuaca kering," adalah salah satu tips-nya. Dia juga menyarankan tangisan serigala lagi dan lagi, meredakan musuh berubah menjadi puas, dan kemudian memukul keras dengan semua yang Anda punya.

Sering diulang peribahasa dari The Art of War meliputi: 1) "Kenalilah musuhmu dan mengenal diri sendiri, dan dalam seratus pertempuran Anda tidak akan pernah menghadapi kekalahan", 2) "Kecepatan adalah segalanya ... tentara harus dapat bergerak secepat badai "dan" bertindak secara tiba-tiba bagai petir. "


Kebrutalan dan Taktik Perang Roma

Penyemprot Api Yunani

Bangsa Romawi bertempur berbeda dari orang-orang Yunani. Bukannya diatur dalam jajaran ketat seperti Yunani, prajurit Romawi membentuk kelompok-kelompok yang lebih kecil dan bermanuver kecil disebut maniples, atau segenggam. Dan bukannya bergerak maju dengan menyodorkan tombak dan 70 pon baju besi, Romawi mengadopsi perisai lonjong ringan dan piring payudara, dan menyerang dengan pedang setelah melepaskan sebuah lembing, Ketika mereka maju disiplin prajurit berbaris tanpa berhenti maju seabad (blok terlindung laki-laki). The kavaleri Roma, memainkan peran cukup besar pada abad ke-4 SM, kemudian berkurang dengan status tambahan. [Sumber: "Sejarah Warfare" oleh John Keegan, Vintage Books]








Para legiun Romawi lebih terkenal karena kebrutalannya daripada Yunani. Sisa-sisa tentara Alexander yang berubah menjadi mayat dipotong-potong dalam sebuah ekspedisi tahun 199 SM. Menurut salah satu sejarawan Romawi tentara Romawi diperintahkan oleh atasan mereka "untuk membunuh setiap orang yang mereka temui dan tanpa kecuali, dan tidak melakukan penjarahan sebelum mereka menerima pesanan mereka. Tujuan dari kebiasaan ini adalah teror ... tidak hanya manusia [yang] dibantai, tapi bahkan anjing yang dibelah dan anggota badan hewan lain terputus. "[Sumber: "Sejarah Warfare" oleh John Keegan, Vintage Books]
Kota sering menyerah sebelum mereka disembelih. Cicero mengatakan bahwa “ketaatan pada aturan perang dan menahan dari kekejaman adalah yang membedakan pria dari hewan”. Dia dibunuh oleh tentara Romawi.
Mata-Mata Romawi-Yunani


Granat Cair Romawi Timur












Ben Macintyre dari Times of London menulis: "Kata Yunani untuk menakuti adalah tidak sesuai tata bahasa, dan (kata-kata) spionase muncul di seluruh literatur Yunani. Pada 405BC, misalnya, mata-mata Spartan di Aegospotami melaporkan bahwa Athena telah gagal untuk mengirim penjaga  armada, yang akibatnya diserang dan dihancurkan. Seperti kita, orang-orang Romawi membayangkan mereka terlalu mulia untuk melakukan mata-mata, tetapi mereka datang untuk menerima bahwa tanpa sistem intelijen terpusat masa depan kekaisaran dalam bahaya "[Sumber: Ben Macintyre, Times of London, 9 Oktober. , 2010]

"Julius Caesar datang, melihat dan menaklukkan, dan sebelum itu, dia mengamati- dengan cukup memadai. Di 55 SM, Roma menderita apa yang disebut defisit intelijen. Caesar ingin menyerang Inggris tetapi hanya tahu sedikit tentang pulau di lepas pantai Gaul yang tak ramah. Jadi Caesar melancarkan operasi rahasia untuk mengumpulkan informasi tentang kebiasaan Inggris, pelabuhan dan taktik militer. Invasi pertama Caesar itu gagal, sebagian besar karena ketidakcerdikan dan kegagalan intelejen. Mata-matanya menggunakan teknik canggih, termasuk kode, tapi dia tidak pernah menggantungkan pada intelejen. Moments sebelum ia dibunuh, daftar para konspirator disodorkan ke tangannya, tetapi ia gagal bertindak cepat, dan tidak hidup untuk menyesalinya. "[Ibid]
"Alih-alih mengirimkan agen rahasia untuk melaporkan suku-suku tetangga, sampai sekitar 100 SM Romawi lebih suka mengandalkan pertahanan kuat, serdadu militer di wilayah musuh dan pendukung Roma, membangun kepercayaan antara Roma dan sekutunya, yang mengirim kabar jika kaum barbar mendekati . Tidak ada kekurangan spionase domestik di Roma: setiap bangsawan memiliki jaringan pribadi agen dan informan. Tidak sampai abad ke-2 itu Roma mengatur sebuah lembaga yang mungkin disebut dinas rahasia. Ini disebut Frumentari, adalah nenek moyang dari CIA, KGB dan MI6. "[Ibid]

Ketapel Api Yunani

"Seorang kader, pelayan sersan aslinya berfungsi untuk mengumpulkan gandum dan berfungsi ganda sebagai penguumpul pajak, kurir, polisi rahasia dan mata-mata, dan umumnya dibenci. Kaisar Diocletian akhirnya bubar frumentarii, tapi mereka segera digantikan oleh agen (agen umum, namanya sengaja dikaburkan), bertanggung jawab atas keamanan internal dan intelijen eksternal. Tugas mereka, seperti yang didefinisikan oleh Procopius, adalah untuk 'mendapatkan informasi yang paling cepat mengenai gerakan musuh, hasutan. . . dan tindakan gubernur dan pejabat lainnya '. "[Ibid]

Bangsa Romawi mencurigakan dalam perdagangan mata-mata, namun karena dunia Romawi menjadi tak terduga di masa depan dari peradaban yang tersisa, sebagian, dalam hal penyediaan intelijen yang baik. Lalu, seperti sekarang, mata-mata menempati posisi bertentangan dalam masyarakat, menakutkan tapi anehnya glamor, cenderung korupsi, dipandang dengan ketidakpercayaan oleh penguasa politik mereka, tetapi diperlukan untuk keamanan negara. Abad ke-4 filsuf Libanius menggambarkan agent sebagai 'anjing lemah yang telah bergabung dengan serigala'. "[Ibid]





Dalam banyak hal tantangan spionase dan intelejen pada jaman dulu sama dengan yang dihadapi Barat saat ini : mendistribusikan sumber daya antara perang konvensional dan operasi rahasia, pembangkangan polisi dan mendamaikan tuntutan yang berlawanan soal kerahasiaan dan kebebasan. Seorang agen intelijen bisa tidak memiliki pelatihan yang lebih dalam teknik dasar saat itu, Jonathan Evans, direktur jenderal badan intelijen luar negeri Inggris MI5 mengatakan kepada majalah Iris, mempromosikan pengajaran bahasa Latin di sekolah negeri: "Saya berpikir bahwa (dikator) akan menemukan pasangan pada kepala keamanan yang saya temui dari rezim yang lalim di tempat lain di dunia. "Evans adalah lulusan klasik yang memanfaatkan wawasan dari penyair Romawi Juvenal, sejarawan Suetonius, dan Sulla, jenderal Romawi dengan "kecerdikan rubah" dalam perjuangannya melawan al-Qaida

Pelontar/Penyemprot Api Yunani

Bizantium menemukan bahwa dengan menambahkan belerang atau kapur dan nitrat ke naptha (aspal-seperti minyak bumi) mereka bisa membuat bahan yang mampu membkar spontan dan menghasilkan bom yang bisa dilemparkan pada musuh yang akan meledak dan berdampak. Ini "api Yunani"-seperti napalm digunakan di 673 dan 678 SM untuk menangkis serangan terhadap Konstantinopel oleh orang Arab.
Pada abad ke-10 Bizantium menemukan pelempar api, senjata rahasia ampuh yang mengubah sifat peperangan. Yunani  merancang dan menggunakan api yang dipanaskan di bawah tekanan dan dibuang dalam bentuk cair dengan pompa bertenaga, jarum suntik-seperti tabung perunggu. Itu digunakan terutama dalam pertempuran laut, ketika dibakar kapal kayu dan awak mereka dan api menyebar di atas air. Pangeran Rusia Igo konon kehilangan 10.000 kapal karena api Yunani dalam pertempuran di 941.?
Senjata api membuat Romawi Timur menjadi penguasa laut selama beberapa abad. Kapal perang mereka dilengkapi dengan pelontar untuk menembakkan granat “Api Yunani” dan kanon. Api Yunani juga digunakan di tanah : pipa bertekanan ditembakkan di benteng, senjata menyembur dan granat keramik tangan digunakan jarak dekat dalam pertempuran langsung.




Resep Api Yunani adalah rahasia yang dijaga ketat. Hal ini diyakini bahwa versi awal yang dirancang oleh Callinicus, insinyur abad ketujuh SM dari Suriah, di mana orang telah menggunakan petrokimia mudah terbakar untuk beberapa waktu. Para sarjana masih belum yakin. Itu mungkin campuran bahan yang sangat mudah terbakar seperti kapur, belerang, naptha dan nitrat. Itu sangat jahat karena karena menempel apa pun tersentuh dan tidak terpadamkan dengan air. Pakaian dan kapal layar sering dibakar dan orang tidak bisa memadamkan api dengan melompat ke laut.

Greek fire, skylitzes
Penggunaan Api Yunan berkaitan dengan moral menjijikkan dan horor. Tak ada catatan selama 800 dan 1000 SM dan beberapa sarjana percaya mungkin ini dilarang sebab “terlalu mematikan”.


Senjata Bilogis Awal

Di Abad 6 SM Asyira meracuni musuhnya dengan jamur gandum, yang mengakibatkan penyakit bernama ergotis. Gejalanya kejang dan mengantar pada kematian.



Pada 1347, orang Tartar mengepung Kaffa di Laut Hitam melempar mayat korban wabah ke kota, di mana penjajah Genoa berkumpul. Banyak penduduk kota tewas. Beberapa korban melarikan diri dengan kapal kembali ke Genoa, membawa wabah bersama mereka.

Pada 1761, dalam Perang Perancis dan Indian di Amerika kolonial, tentara Inggris di bawah pengepungan di Fort Pitt oleh suku Indian, bersekutu dengan Perancis, memberikan Indian selimut seolah-olah sebagai sikap ramah. Selimut terinfeksi cacar, dan ribuan orang India tewas.

Related Posts:

RADIO RODJA ILLUMINATI

PENYAMARAN RADIO RODJA TERBONGKAR

Dalam situs mereka mengatakan radio Rodja sebagai akronim : Radio Dakwah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Salah satu misi Rodja adalah pemurnian syariat Islam dari segala bentuk syirik, bid’ah dan pemikiran menyimpang.

Dengan semboyan menebar cahaya sunnah, seolah memberikan pencerahan kepada kaum muslim untuk kembali kepada Quran dan Hadits. Namun dalam materi yang disampaikan justru dipelintirkan dari ajaran Islam sesungguhnya. Radio Rodja merupakan corong informasi untuk menyebarluaskan­ paham Wahabi di Indonesia. Ajaran ini selalu berslogan pemurnian syariat Islam. Namun apa yang terjadi, justru banyak fitnah terhadap ajaran Islam yang sebenarnya, yang terpelihara sejak zaman Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, melalui “ulama” pewaris Nabi. Berikut adalah beberapa fakta penyamaran Radio Rodja yang belum pernah terungkap :

1. Kata RODJA : berasal dari suku gothic [Bavaria], yang memiliki arti “SEE” atau MELIHAT.

2. Logo radio RODJA : setelah diputar 115° derajat ke kiri, lalu menutup huruf “ r “ warna putih dengan warna merah dan memutihkan warna merah dibagian tengah, maka mucul gambar kelopak mata. Simbol mata dihilangkan, tapi tersisa tetes air mata [air mata Horus] di ujung kelopak mata. Kesimpulannya logo Rodja berbentuk mata satu disamarkan, dengan tetes air mata Horus.

3. Tag-line radio RODJA : ‘menebar cahaya sunnah’. Mengapa memilih kata “cahaya”, karena ini bagian dari ILLUMINATI, yaitu kelompok cahaya. ILLUMINATI berasal dari bahasa latin illuminatus yang berarti tercerahkan.

4. Frekuensi radio RODJA 756 am: memiliki makna yang mengejutkan antara lain: “ IDEOLOGI RASA BENCI “ [an ideology of hate] “ KHOTBAH KEBENCIAN MURNI ” [preaching pure hatred] Bagaimana mungkin suatu angka dapat memiliki arti. Hal ini bisa terjadi, karena sebenarnya dalam setiap huruf terdapat persamaan angkanya, dalam hal ini yang dipakai persamaan huruf-huruf Jewish [Yahudi]. Ilmu tentang masalah ini adalah teknik kalkulasi persamaan angka-huruf yang diterjemahkan ke angka, ataupun huruf. Sehingga susunan angka tersebut memiliki makna dalam bentuk kata atau kalimat. Berdasarkan fakta yang terungkap, radio RODJA [Rodja network] yang menyebarluaskan­ paham Wahabi adalah bagian dari ILLUMINATI [kelompok cahaya] dengan kedok agama Islam.



Radio RODJA memakai kata cahaya, di tag-line nya namun sesungguhnya sumber cahaya tersebut berasal dari bara api menyala-nyala yang sangat panas. Melalui fakta ini, segala hal terkait paham Wahabi berupa para ustadz, link website, pelatihan Wahabi, kelompok paham turunan Wahabi dan seluruh aparatnya adalah alat, tunggangan atau disokong oleh Yahudi, yang digunakan untuk memecah belah umat manusia di muka bumi melalui trinitas tauhid dan masalah “bid’ah” versi Wahabi. Sehingga “umat Islam digiring bersikap anti” terhadap dzikir, tahlil, maulid, ziarah kubur, tawassul, tasawuf, ber-mahzab dan banyak hal yang Wahabi lakukan untuk menjauhkan umat Islam beribadah kepada ALLAH.



Sejarah kelahiran perkumpulan rahasia [secret societies] yang melambangkan dirinya dengan “Mata satu” bermula sejak awal zaman pemerintahan raja-raja Mesir purba [Firaun] yang berkuasa sejak ribuan tahun lalu. Ini bermula dengan sejarah pemerintahan Firaun Horus atau yang lebih dikenal dalam catatan hieroglif Mesir purba sebagai Tuhan Matahari atau Sun God. Adam Weishaupt membentuk sebuah ''Secret Society'' yang disebut Ordo Illuminati pada tanggal 1 Mei 1776. Seorang keturunan Yahudi dan berlatar belakang pendidikan sebagai Jesuit. Weishaupt adalah Guru Besar Hukum Canon di Universitas Ingolstadt di Bavaria, bagian dari Jerman. Illuminati berusaha untuk membentuk New World Order [Tatanan Dunia Baru].

Adam Weishaupt hanyalah kelanjutan tangan ordo Kabala putih, yaitu salah satu ordo Kabala [ordo rahasia Yahudi tertua yang telah berusia lebih kurang 4.000 tahun] yang lebih menekankan misi politik, di samping mengembangkan ajaran Kabala dalam menyembah Lucifer. Mereka merumuskan, misi Kabala adalah menentukan arah peradaban manusia guna membentuk “Tatanan Dunia Baru” [Novus Ordo Seclorum] dan “Pemerintahan Satu Dunia” [E Pluribus Unum] di bawah kepemimpinan kaum Yahudi. Adam Weishaupt inilah perumus The Protocols of the Elders of Zion [protokol tokoh-tokoh zionisme] yang berisi agenda besar dengan tujuan utama untuk penguasaan dunia oleh kaum Zionis. Mengapa mereka selalu menampakkan simbol mata satu, meskipun disamarkan. Karena simbol ini secara gaib [magis] mereka percayai sebagai suatu “kekuatan supranatural” yang memberikan proteksi [perlindungan].­ Melalui simbol ini juga merupakan identitas dan pesan akan cita-cita NEW WORLD ORDER.

Tidak ada sesuatu tercipta dengan sendirinya, melainkan ada yang menciptakan. Tidak juga sebuah simbol mata satu diciptakan sekedar coretan belaka, melainkan bermakna dan bertujuan. Lalu mengapa tujuan mereka disembunyikan terselubung simbol. Karena api laksana air dan air laksana api.

Jika manusia mau berpikir, merenung, dan merasa dengan segenap hati, tentu dapat memahami pesan tersembunyi yang mereka sampaikan. Fight Against Vahabism rikkhuntsoffici­al2013

Related Posts:

GEO POLITIK DUA SANTRI BANGSAWAN


GEO POLITIK DUA SANTRI BANGSAWAN

Pasca Perang Dunia II, negara-negara di dunia terdesain ikut dua kubu: Uni Sovyet (US) dan Amerika Serikat (AS), dua negara yang sebelumnya bersekutu menghancurkan Jerman, Jepang, dan Italia. 

Korea Utara-Selatan, Jerman Timur-Barat, lalu Vietnam Utara-Selatan. Semua tak berdaya dan terpaksa ikut model kubu-kubuan ini. Tahun 1950-an, Bung Karno yang memang cerdas memainkan gerakan Non-Blok dengan menghimpun negara yang baru merdeka. Konferensi Asia Afrika adalah langkah awal membentengi kecenderungan blok-blokan ini. BK menghambat upaya AS dan US memecah negara-negara sebagaimana yang terjadi di Korea beberapa tahun sebelum KAA, maupun menghindari intervensi ideologis sebagaimana perang saudara di China! Sebelum Korea dipecah, AS dan US berebut memainkan politik domino di Asia. Indonesia adalah target utama. US mengawali melalui kaki tangannya di Madiun 1948, gagal! AS masih menunggu bola panas dan baru menggiringnya tatkala menunggangi PRRI/Permesta, 1958, dengan harapan bakal memecah Indonesia dalam banyak kubu pasca Pemilu 1955 dan tatkala faksi ideologis sibuk debat kusir di konstituante! Kesatuan Indonesia terancam. 

BK tetap memainkan politik Internasional dengan cerdas dengan Konferensi Asia Afrika! Ini gerakan sangat, sekali lagi sangat membahayakan eksistensi dua negara yang secara geografis dan geopolitik mirip dengan Indonesia. Non-Blok bukanlah gerakan netral blok, melainkan upaya membentuk blok alternatif selain US dan AS. 

Netral bukanlah tidak berposisi, melainkan sebuah posisi alternatif. Ia adalah antitesa! BK ingin Indonesia menjadi alternatif kekuatan di antara US dan AS. Lihatlah tatkala BK menukar ke AS menemui Eisenhower lalu penggantinya, JF Kennedy. BK memperpanjang penahanan Allan Pope, pilot CIA yang membantu PRRI/Permesta & ditangkap TNI, lalu menggunakannya sebagai alat tawar meningkatkan militer Indonesia. Dengan menemui Kennedy, BK menukar Allan Pope dengan alutsista dan dengan lobinya pula, Indonesia menjadi negara PERTAMA di luar AS yang bisa memakai pesawat Hercules! Habis menemui Kennedy, BK ke Kuba. Kongkow sama Castro dan Guevara, saling tukar topi-kopyah, dan melihat gegap gempita revolusi Kuba. 

Tak berselang lama BK ke Moskow, nemui Nikita Khruschev. Apa yang dilakukan BK? Mendesak agar pemerintah komunis memugar makam Imam Bukhari, sekaligus melakukan pembelian pesawat MiG dan beberapa kapal selam! Tujuannya? Untuk merebut Irian Barat! Operasi Djajawidjaja, Mandala dan Trikora sudah ada di pikiran BK. Tunggu apalagi, amunisi dan alutsista sudah full gear! Kunjungan ke AS juga strategi memperalat agar Paman Sam menekan Belanda di sidang PBB agar melepas Irian Barat. 


Maklum, sebagai sekutu dekat yang porak poranda pasca Perang Dunia II, Belanda tergantung Marshal Plan dari AS. Ini belum lagi langkah BK menggerakkan NEFOS sebagai penyeimbang NATO dan Pakta Warsawa, kemudian menyelenggarakan GANEFO sebagai tandingan Olimpiade, lalu menjalin Poros Jakarta-Peking-Moskow yang "kiri", plus memilin simpul di Delhi, AS bertambah gerah. Unsur terkuat yang berkompetisi di sekitar BK saat itu ada dua: militer (AD) dan PKI. AS tinggal memanfaatkan satu tangan untuk mengunci tangan yang lain. Akhirnya terjadilah peristiwa G30S/PKI. Kekuatan Sukarnois dipreteli, cita-cita BK amblas seiring geopolitik ekonomi Orde Baru yang condong ke Washington. 

Puluhan tahun berlalu, Gus Dur jadi presiden. Yang ia lakukan pertama kali adalah menghimpun ulang kekuatan Asia Afrika dan menghidupkan poros Jakarta-Peking(Beijing)-Moskow. GD ke Venezuela, belajar nasionalisasi ala Hugo Chavez. Ia ke Brazil, membuka peluang impor kedelai langsung dari Brazil, sekaligus memotong impor kedelai dari AS (yang juga impor dari Brazil). Ia pergi ke AS, bertemu Clinton, lobi pencabutan embargo militer. Ia ke Kuba, belajar kepada Castro seputar program kesehatan pro rakyat. GD juga ke Palestina, mencoba mendamaikan Fatah dan Hamas. Semua dilakukan. Di Indonesia, politisi senayan geger, menyebut GD cuma darmawisata. Ini statemen paling dungu! GD kesulitan melihat, Bu Shinta juga memakai kursi roda, mau menikmati wisata apa di luar negeri?! Ambon bergolak. GD tahu ini bukan konflik agama, tapi perebutan SDA dan endingnya pada pemekaran wilayah. Aktornya juga orang Jakarta. Untuk mengecoh fokus media yang malah merumitkan permasalahan, GD bikin statemen jika Jenderal K adalah aktor konflik. Media penasaran, GD menjawab Jenderal berinisial K adalah Jenderal "Kunyuk". Media dan politisi semakin mumet. 

Saat konsentrasi media dan politisi terpecah inilah GD mengutus KH. Tolchah Hasan menginvestigasi kasus Ambon. Selain itu ada fakta menarik bahwa logistik konflik Ambon mengalir dari Arab kepada Laskar Jihad. Langsung saja GD kontak "klik"-nya di Arab agar menyetop dana logistik perang. Karena sumber logistiknya macet, Laskar Jihad bubar. Macetnya dana ini juga pernah disampaikan Jakfar Umar Thalib. Upaya GD membentengi agar Indonesia tetap bersatu sebagai bangsa persis yang dilakukan BK.

Sungguhpun upaya keduanya menghadapi manusia bebal sesama anak bangsa, yang berpikiran sumbu pendek, yang menyebabkan kejatuhan mereka berdua! BK dan GD sering kontroversial dalam statemen, tapi perbuatan mereka selalu KONSISTEN dalam rel KeBangsaan dan jalur keIndonesiaan! 

Penulis: Rijal

Related Posts:

ANALISIS ADU JANGKRIK DI SURIYH


Oleh: Rijal
AS, Uni Eropa dan Israel berkepentingan dengan Suriah. Assad adalah sekutu Russia, China, dan Iran. Setelah menunggu dengan harap-harap cemas, akhirnya Uni Eropa hampir pasti mempersenjatai oposisi Suriah yang tergabung dalam FSA.

 Kubu oposisi terdiri dari dua kelompok: Sekuler dan Islamis. Kubu kedua ini keras kepala dan terbagi dalam beberapa faksi, yang paling top adalah Jabhat an-Nushrah. Faksi ini merupakan cabang al-Qaidah. Adapun sisanya terhimpun dalam berbagai brigade.

Setelah mempersenjatai FSA, Uni Eropa, Amerika, dan Israel bisa menghemat baterai. Mereka tinggal tunggu jagoannya menumbangkan Assad. Setelah Assad tumbang, mereka terus memasok senjata sembari menyaksikan pertarungan adu jangkrik berikutnya; kubu sekuler dalam FSA versus islamis.

Enak tenan! Jika kubu sekuler menang, ongkos yang dikeluarkan tetap hemat dengan laba geopolitik yang besar dan ghanimah SDA yang melimpah. Kubu sekuler bakal disetir majikan, persis di Irak dan Libya. Adapun Isra(h)ell tetap tenang karena musuhnya telah tumbang dan dataran tinggi Golan tak ada yang mengusik.

 Jika kubu Islamis menang dalam adu jangkrik ini?! Tenang, isu sektarian Sunni-Syiah harus terus dikobarkan, lalu arahkan moncong meriam "mujahidin" ini ke Hizbullah di Lebanon. Biarkan keduanya bertarung.

Hizbullah adalah target antara, target utama adalah Iran. Konflik Sunni-Syiah?! Persetan, nggedabrus! Isu sektarian adalah bumbu paling lezat yang mempengaruhi citarasa perang! Di saat kubu Islamis baku bunuh dengan Hizbullah, Amrik tinggal menggerakkan komponen lain: pemberontak di Baluchistan dan Kurdistan serta kubu Mujahidin Khalq (oposisi Iran yang ekstrem). Tinggal kasih mereka amunisi dan sedikit bumbu sektarian Sunni-Syiah, yakinlah mereka bakal bergerak dengan semangat menggebuk Iran dari pinggiran. Inilah perang yang sangat hemat dengan laba yang menggiurkan!

 Lalu bagaimana dengan nasib Hamas dan Fatah?! Lho, memangnya "mujahidin" di Suriah ini ingat nasib Palestina?! Bukankah mereka sibuk menggasak saudara sesama muslim daripada bertarung di Palestina?! Sesama muslim baku bunuh dengan semangat. Adapun Uni Eropa, Amrik, serta Isra(h)ell nonton adu jangkrik ini di Dataran Tinggi Golan sambil menikmati sampanye dan roti oles minyak zaitun! Benar-benar perang yang hemat tenaga dengan ghanimah melimpah ruah!

Related Posts:

GENG TERORIS DI SURIAH


Dua hari dalam pekan ini, Prancis/Inggris/Amerika mengingatkan dunia akan kolektivitas mereka, kegilaan mereka, serangan terus menerus menyerang Suriah dan pamer bisa mengabaikan peringatan dunia.

Tanggal 27 Mei, Senator sayap kanan Amerika dan kandidat presiden, John McCain menjadi tamu asing dan secara ilegal masuk ke Suriah, demi melakukan pertemuan ilegal dengan Tentara Pembebasan Suriah (FSA), yang menyediakan belanja demi membuat Suriah menjadi “Libya Babak II” atau “Irak Babak III. 

Pada saat yang sama, 27 Mei, Jurnalis dan patriot Suriah, Yara Abbas, menjadi jurnalis martir Suriah dibunuh oleh penembak jitu FSA. Pada tanggal 27 Mei, baik Le Merde dan The Guardian dilaporkan masuk ke Suriah secara ilegal, dan menghabiskan waktu selama dua bulan dengan FSA. Mereka tentu akan membuat dan menulis segala sesuatu selama delapan minggu mereka tinggal. 

Sehari sebelumnya, para penduduk damaskus mencium bau busuk dan mulai melihat ada asap di udara. Banyak ungkapan di Facebook, mereka saling berbagai mengenai kondisi di daerah masing-masing dan menggambarkannya; sebagai sebuah lelucon bahwa tentara Suriah mungkin sedang membakar mayat-mayat para barbar. 

Dan sehari sebelumnya, sebuah pernyataan resmi disampaikan kepada penduduk Damaskus, bahwa banyak yang terlihat masuk Rumah Sakit gawat darurat, di sekitar kota dan mengelauh sesak nafas dan penghilatan kabur. 90% pasien dipulangkan sementara sisanya tetap menginap untuk dilakukan observasi. 

 Juga dilaporkan, meskipun tidak resmi, para pasukan FSA mencoba menyerang Damaskus dengan sebuah roket udara, roket yang mengandung fosfor putih, menyebabkan luka ringan, mencekam sesaat dan kebetulan tak ada korban jiwa. 

 Apakah mungkin bahwa ledakan roket fosfor putih yang ibu kota Suriah, dimaksudkan menyambut McCain, yang membantu keberhasilan kudeta berdarah terhadap Libya? Bahwa peristiwa kemartiran wartawan adalah untuk meningkatkan teror? Bahwa seorang senator AS benar-benar akan menyerang Suriah (dan seolah-olah mengatakan, "apa yang akan Anda lakukan merespon tentang hal itu?"). 

Bagaimana mungkin gerombolan FSA dapat membuat sebuah bom fosfor putih? Kita semua melihat foto dan video mereka, bahwa mereka tidak mampu membuat itu, kecuali membuat kalimat hujatan. Mereka tidak memiliki kapasitas intelektual untuk membuat rudal seperti itu, tanpa seseorang dengan kecerdasan yang membimbing mereka. Meskipun pertanyaan-pertanyaan ini tidak dapat segera mendapatkan jawabannya. 

Namun, kelak akan terbukti, melalui tulisan dan kata-kata reporter dalam sebuah artikel yang saat ini sedang dikaji- bahwa dia (McCain) telah berbohong tentang apa yang ia lakukan selama ini bersama rekan-rekannya, dan masuk secara ilegal di Suriah dan mereka semua harus menghadapi hukuman yang sesuai. Sumber : TRIAD OF TERRORISM AGAINTS AT SYIRIA Oleh : Miri Wood, R.N.,c.

Related Posts:

SKENARIO BARAT DALAM PERANG SURIAH

Antara Revolusi dan Terorisme
Skenario Barat Dalam Perang Suria

Qatar baik secara resmi atau rahasia berusaha memaksakan kehendaknya kepada negara-negara islam yang memiliki visi sama dengannya. Ini dilakukan dalam konteks untuk membangkitkan “Arab Spring”. Strategi dilakukan dengan cara mendanai Ikhwanul Muslimin dan menyerahkan (media) Al Jazeera kepada mereka. Strategi ini juga untuk mendukung tentara bayaran Al Qaeda yang akan memimpin Tentara Pembebasan Suriah.

Skenario ini rupanya menimbulkan keprihatinan serius di Israel dan mereka yang selama ini mendukung “perang sipil” di Suriah. Selama ini anggota Dewan Keamanan PBB berbeda pendapat atas peristiwa-peristiwa yang terjadi di Suriah. Di satu sisi, yakni Prancis, Amerika, Inggris dan Amerika Serikat mengklaim bahwa yang terjadi di Suriah adalah revolusi yang telah memporak-porandakan Suriah. Berdasarkan berita-berita di media mainstream Suriah telah mengalami kekahalah besar. Sedangkan di sisi lain, seperti Rusia dan China menilai bahwa yang terjadi adalah Suriah sedang menghadai gerombolan bersenjata dari asing (teroris), yang bertempur secara licik dengan menggunakan penduduk sipil sebagai tamengnya.

 Penyeledikan terakhir, yang dilakukan oleh Jaringan Voltaire, menyatakan bahwa “Kami telah mengumpulkan banyak kesakisan dari mereka yang selamat dari serangan senjata oleh gerombolan asing. Mereka (gerombolan) tersebut adalah warga Irak, Yordania atau Libya serta Pasthun, yang dikenali dari aksen bicaranya”.


 Kerjasama Al Qaeda, FSA dan NATO

 Akhir tahun 2011, sejumlah surat kabar Arab membahas infiltrasi pejuang ke Suriah, sekitar 600 sampai 1.500 personil. Mereka adalah kelompok pejuang yang sebelumnya ada di Libya (IFGL). Sementara Al Qaeda ada di Libya sejak tahun 2007. Sedangkan press di Libya melaporkan adanya upaya penahanan Abdel Hakim Belhaj (pemimpin Al Qaeda Libya sekutu Osama bin Laden). Pada akhirnya dia menjadi gubernur militer Tripoli atas hadiah dari NATO. Toh pada akhirnya, kehadiran Belhaj di Turki dikabarkan oleh media Turki. Selanjutnya dia pergi ke Suriah.

Laporan (atas fakta) tersebut membuat tidak percaya banyak pihak. Padahal selama ini Al Qaeda dan NATO digambarkan sebagai musuh bebuyutan. Kerjasama antara keduanya jelas mustahil. Ini semakin memperkuat tesis (saya) di tahun 2004, bahwa peristiwa WTC 11 September (yang diklaim dilakukan oleh Al Qaeda) sebenarnya adalah “sandiwara”. Para pejuang Al Qaeda sebenarnya adalah tentara bayaran dari bagian operasi CIA.

Selama seminggu, koran Spanyol ABC, telah menerbitkan laporan harian oleh fotografer Daniel Iriate. Ia bersama Tentara Pembebasan Suriah (FSA) di utara, di perbatasan Turki. Iriate termasuk penulis yang memilih istilah “Revolusi Suriah” dalam tulisannya, dan selalu diikuti kata-kata cukup keras terhadap Rezim Al Assad. Menurut Kolonerl Riyadh Al Assad, seorang desersi SAA (Syrian Arab Army) menyebutkan bahwa FSA beranggotakan lebih dari 2000 orang. Namun menurut pihak berwenang Suriah hanya beberapa ratus saja. Hari sabtu, 17 Desember 2011, Daniel Iriate (jurnalis ABC Spanyol) menggambarkan sebuah pertemuan mengejutkan. Ia dibawa oleh (teman-temannya) FSA ke tempat persembunyian. Di situ dia bertemu juga dengan tiga gerilyawan asing dari Libya.

 Orang pertama, adalah al-Mahdi Harati, seorang berkebangsaan Libya yang tinggal di Irlandia sebelum bergabung dengan Al Qaeda. Di akhir perang Libya, ia diangkat menjadi komandar Brigade Tripoli. Selanjutnya ia menjadi orang kedua di Dewan Militer Tripoli yang dipimpin oleh Abdel Hakim Belhaj. Namun, ia mengundurkan diri NTC, karena berselisih dengan Dewan Transisi Nasional. Ia kemudian meninggalkan Libya dan menurut orang kepercayaannya ia akan kembali ke Irlandia bersama istri Irlandianya. Namun nyatanya dia ke Suriah. Al-Mahdi Harati adalah anggota Al Qaeda, aktivis pro Palestina. Bulan Juni 2011, dia ditangkap di kapal Turki Mavi Marmara, bersama beberapa agen rahasia. Ia terluka dan ditahan sembilan hari di Israel. Namun pada pertempuran di Tripoli, Al Hamdi Harati diketahui memimpin kelompok Al Qaeda mengepung dan menyerang Hotel Rixos, dimana terdapat Jaringat Pers Sahabat Libya Internasional. Menurut saksi mata, Mahdi Al Harati sedang diberikan pengarahan oleh petugas keamanan Prancis di basemen. Orang kedua, adalah fotografer Spanyol yang ternyata adalah Kikli Adem, seorang letnan dari pasukan Abdel Hakim Belhaj dan ketiga, adalah yang dipanggil Fouad, dari Libya.

Kesaksian Iriate, yang seperti Beo, telah memperkuat pers bahwa Tentara Pembebasan Suriah (FSA) diawasi oleh “relawan” dari Al Qaeda Libya, setidaknya 600 orang. Seluruh operasi tersebut dikendalikan oleh Abdel Hakim Belhja secara pribadi atas bantuan pemerintah Erdogan.

Bagaimana bisa menjelaskan bahwa ABC (Spanyol) sebagai surat kabar anti-Assad telah mempublikasikan kesaksian tersebut, yang menyoroti gaya NATO yang memuakkan dan menegaskan tesis perlunya pemerintah Suriah dilucuti senjatanya? Namun selama itu berita yang menonjol adalah memberitakan desersinya tentara Assad. Hal ini menjadi berita yang menendukung dan memprovokasi bagi penikmat berita Jihad Islam di seluruh dunia. Perdana menteri Spanyol,Jose Maria Aznar, menulis di CNBS Guest Blog, yang mengungkapkan bahwa pada 9 Desember 2011 Abdel Hakim Belhaj dicurigai terlibat dalam serangan 11 Maret 2004 di Madrid, sebuah peristiwa yang mengakhiri karir politik Aznar. Pernyataan Maria Aznar ini sesuai dengan intervensi teman-temannya di Pusat Yerussalem, sebuah think-thank yang dipimpin oleh duta besar Israel untuk PBB Dore Emas. 

Mereka secara terbuka meragukan tentang Validitas startegi CIA saat ini yang menempatkan kaum Islamis untuk berkuasa di Afrika Utara. Kritik mereka adalah pada Ikhwanul Muslimin, kelompok rahasia, serta terhadap dua tokoh Libya : Abdel Hakim Belhaj dan temannya Syeikh Ali Al-Shalabi. Yang terakhir ini dianggap sebagai pemimpin Al Qaeda yang baru di Libya. Kedua pria ini dianggap sebagai pion Qatar di Libya baru. Syeikh Shalabi mendistribusikan 2 $ miliar dana Qatar untuk membantu Al- Qaeda di Libya. Namun itu hanya modus pencitraan buruk di mata Senator Amerika saja. Dengan demikian, kontradiksi yang disembunyikan selama dekade akhir ini muncul kembali : tentara bayaran yang sebelumnya dibiayai oleh Osama bin Laden, tidak pernah berhenti bekerja melayani kepentingan strategis AS sejak perang di Afganistan, termasuk serangan 11 September. Namun oleh media mainstrean, mereka digambarkan sebagai musuh bebuyutan oleh pemimpin Barat.

Sumber : TM 2012

Related Posts:

TALFIQ ADALAH....

Pengertian Talfiq 

Menghimpun atau ber-taqlid dengan dua imam madzhab atau lebih dalam satu perbuatan yang memiliki rukun, bagian-bagian yang terkait satu dengan lainnya yang memiliki hukum yang khusus. Ia kemudian mengikuti satu dari pendapat yang ada. Sebagai contoh, seseorang ber-taqlid kepada pendapat al-Imam Asy-Syafi''i dalam mengusap sebagian kepala ketika wudhu, kemudian ia ber-taqlid juga kepada Imam Abu Hanifah dan Imam Malik dalam hal tidak batalnya menyentuh wanita jika tidak bersyahwat. Kemudian ia shalat dengan wudlu tersebut. 
Talfiq adalah

Ruang Lingkup Talfiq 

Talfiq sama seperti taqlid dalam hal ruang lingkupnya, yaitu hanya pada perkara-perkara ijtihaad yang bersifat zhanniyah(perkara yang belum diketahui secara pasti dalam agama). Adapun hal-hal yang diketahui dari agama secara pasti (ma’luumun minaddiini bidhdharuurah), dan perkara-perkara yang telah menjadi ijma’, yang mana mengingkarinya adalah kufr, maka di situ tidak boleh ada taqlid, apalagi talfiq. Hukum Talfîq Ulama terbagi kepada dua kelompok tentang hukum talfîq. Satu kelompok mengharamkan, dan satu kelompok lagi membolehkan. Ulama Hanafiyah mengklaim ijma' kaum muslimin atas keharaman talfiq. Sedangkan di kalangan Syafi'iyah, hal itu menjadi sebuah ketetapan. Ibnu Hajar mengatakan: 
”Pendapat yang membolehkan talfiq adalah menyalahi ijma'. 

 Dalil Kelompok yang Mengharamkan Talfiq

 Mereka mendasarkan pendapatnya pada perkataan ulama ushul fiqh tentang ijma' atas ketidakbolehan menciptakan pendapat ketiga apabila para ulama terbagi kepada dua kelompok tentang hukum suatu perkara. Karena menurut mayoritas ulama, tidak boleh menciptakan pendapat ketiga yang meruntuhkan (menyalahi) sesuatu yang telah disepakati. Misalnya 'iddah wanita hamil yang suaminya meninggal dunia, terdapat dua pendapat, pertama: hingga melahirkan, kedua: yang paling jauh (lama) dari dua tempo 'iddah(‘iddah melahirkan dan ‘iddah yang ditiggal oleh suaminya karena kematian). Maka tidak boleh menciptakan pendapat ketiga, misalnya dengan beberapa bulan saja. Akan tetapi jika ditinjau lebih dalam, terlihat bahwa alasan ini tidak bisa dibenarkan sepenuhnya, karena meng-qiyaskan talfiq atas ihdaatsu qaul tsaalits (menciptakan pendapat ketiga) adalah merupakan qiyas antara dua hal yang berbeda. Hal itu dapat dilihat dari dua sisi: 

1. Terciptanya pendapat ketiga terjadi apabila permasalahannya hanya satu, sedangkan talfiq terjadi dalam beberapa permasalahan. Misalnya, kefardhuan menyapu kepala adalah sebuah permasalahan, sementara permasalahan batalnya wudhu' karena bersentuhan dengan wanita adalah permasalahan lain. Jadi, talfiq terjadi bukan dalam satu permasalahan, maka tidak terjadi pendapat ketiga. 

2. Berdasarkan pada pendapat yang paling kuat, dalam permasalahan talfiq tidak terdapat suatu sisi yang disepakati oleh para ulama. Misalnya, persoalan menyapu kepala merupakan khilaf di kalagan ulama, apakah wajib seluruhnya ataukah sebagian saja. 

Demikian pula batalnya wudhu' dengan menyentuh perempuan merupakan permasalahan yang menjadi khilaf, apakah ia memang membatalkan wudhu' ataukah tidak. Maka, dalam perkara talfiq, tidak ada sisi yang disepakati (ijma'). Dengan demikian, pendapat yang mengharamkan talfiq telah dilandaskan pada dasar yang salah yaitu qiyas ma'al faariq. 

Apabila ulama Hanafiyah mengklaim ijma' atas keharaman talfiq, akan tetapi realita yang ada sangat bertentangan. Ulama-ulama terpercaya seperti Al Fahâmah Al Amîr dan Al Fâdhil Al Baijuri telah menukilkan apa yang menyalahi dakwaan ulama Hanafiyah tersebut. Maka klaim adanya ijma' adalah bathil. Berkata Al Syafsyawani tentang penggabungan dua mazhab atau lebih dalam sebuah masalah: ”Para ahli ushul berbeda pendapat tentang hal ini. Yang benar berdasarkan sudut pandang adalah kebolehannya (talfiq).” Prof. Dr. Wahbah Az Zuhaili berkata: ”Adapun klaim ulama Hanafiyah bahwa keharaman talfiq merupakan ijma', maka hal itu adakalanya dengna i'tibar ahli mazhab (ijma' mazhab Hanafi), atau dengan i'tibar kebanyakan. Dan adakalanya juga berdasarkan pendengaran ataupun persangkaan belaka. Sebab, jika sebuah permasalahan telah menjadi ijma', pastilah ulama mazhab yang lain telah menetapkannya (mengatakannya) juga....” 

Dalil Kelompok yang Membolehkan Talfiq

 Para ulama yang membolehkan talfiq, mereka berdalil dengan beberapa alasan: 

Alasan Pertama Tidak adanya nash di dalam al-Quran atau pun as-Sunnah yang melarang talfiq ini. Setiap orang berhak untuk berijtihad dan tiap orang berhak untuk bertaqlid kepada ahli ijtihad. Dan tidak ada larangan bila kita sudah bertaqlid kepada satu pendapat dari ahli ijtihad untuk bertaqlid juga kepada ijtihad orang lain. 

Di kalangan para shahabat nabi saw terdapat para shahabat yang ilmunya lebih tinggi dari yang lainnya. Banyak shahabat yang lainnya kemudian menjadikan mereka sebagai rujukan dalam masalah hukum. Misalnya mereka bertanya kepada Abu Bakar ra, Umar bin Al-Khattab ra, Utsman ra, Ali ra, Ibnu Abbas ra, Ibnu Mas''ud ra, Ibnu Umar ra dan lainnya. Seringkali pendapat mereka berbeda-beda untuk menjawab satu kasus yang sama. Namun tidak seorang pun dari para shahabat yang berilmu itu yang menetapkan peraturan bahwa bila seseorang telah bertanya kepada dirinya, maka untuk selamanya tidak boleh bertanya kepada orang lain. Dan para iman mazhab yang empat itu pun demikian juga, tak satu pun dari mereka yang melarang orang yang telah bertaqlid kepadanya untuk bertaqlid kepada imam selain dirinya. Maka dari mana datangnya larangan untuk itu, kalau tidak ada di dalam Quran, sunnah, perkataan para shahabat dan juga pendapat para imam mazhab sendiri?


 Alasan Kedua Pada hari ini, nyaris orang-orang sudah tidak bisa bedakan lagi, mana pendapat Syafi''i dan mana pendapat Maliki, tidak ada lagi yang tahu siapa yang berpendapat apa, kecuali mereka yang secara khusus belajar di fakultas syariah jurusan perbandingan mazhab. Dan betapa sedikitnya jumlah mereka hari ini dibandingkan dengan jumlah umat Islam secara keseluruhan. Maka secara pasti dan otomatis, semua orang akan melakukan talfiq, dengan disadari atau tidak. Kalau hukum talfiq ini diharamkan, maka semua umat Islam di dunia ini berdosa. Dan ini tentu tidak logis dan terlalu mengada-ada. 

 Alasan Ketiga Alasan ini semakin menguatkan pendapat bahwa talfiq itu boleh dilakukan. Karena yang membolehkannya justru nabi Muhammad saw sendiri secara langsung. Maka kalau nabi saja membolehkan, lalu mengapa harus ada larangan? Nabi saw melalui Aisyah disebutkan: Nabi tidak pernah diberi dua pilihan, kecuali beliau memilih yang paling mudah, selama hal tersebut bukan berupa dosa. Jika hal tersebut adalah dosa, maka beliau adalah orang yang paling menjauhi hal tersebut “. 

Adanya dua pilihan maksudnya ada dua pendapat yang masing-masing dilandasi dalil syar'i yang benar. Namun salah satunya lebih ringan untuk dikerjakan. Maka nabi saw selalu cenderung untuk mengerjakan yang lebih ringan. Itu nabi Muhammad saw sendiri, seorang nabi utusan Allah swt. Lalu mengapa harus ada orang yang main larang untuk melakukan apa yang telah nabi lakukan? Dan ini merupakan salah satu dasar tegaknya syariat Islam yaitu member kemudahan, tidak menyusahkan dan mengangkat kesempitan, hal ini sesuai pula dengan sabda Nabi Muhammad saw:

 “Sesungguhnya agama ini (Islam) adalah mudah. Dan tidaklah seorang yang mencoba untuk menyulitkannya, maka ia pasti dikalahkan”. 

Diantara para ulama yang mendukung talfiq adalah: ‘Al-Izz Ibnu Abdissalam menyebutkan bahwa dibolehkan bagi orang awam mengambil rukhsah (keringanan) beberapa madzhab (talfiq), karena hal tersebut adalah suatu yang disenangi. Dengan alasan bahwa agama Allah swt itu mudah (dinu al-allahi yusrun) serta firman Allah swt dalam surat al-Hajj ayat 78:

 “Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam satu agama suatu kesempitan"

Imam al-Qarafi menambahkan bahwa, praktik talfiq ini bisa dilakukan selama ia tidak menyebabkan batalnya perbuatan tersebut ketika dikonfirmasi terhadap semua pendapat imam madzhab yang diikutinya. Demikian juga dengan para ulama kontemporer zaman sekarang, semacam Dr. Wahbah Az-Zuhaili, menurut beliau talfiq tidak masalah ketika ada hajat dan dlarurat, asal tanpa disertai main-main atau dengan sengaja mengambil yang mudah dan gampang saja yang sama sekali tidak mengandung maslahat syar‘iyat. 

 Referensi: 
1. Fathu al-Bari, X, 524. 
2. Fatawa Syaikh ‘Alaisy, I, 78.
 3. Ushul al-Fiqh al-Islamiy, II, 1181.

Related Posts: