Senin, 03 Juni 2013

Filled Under:

SENJATA PEMUSNAH MASSAL (GAS SARIN) DALAM KONFLIK SYRIA


SENJATA PEMUSNAH MASSAL (GAS SARIN) DALAM KONFLIK SYRIA 

 Jun 01, 2013 Perdana Menteri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa Soviet sedang menunggu penjelasan Turki tentang penangkapan anggota kelompok Jabhat al-Nusra yang kedapatan membawa senjata gas sarin di wilayah Turki. Dalam konferensi pers di Moskow, Jumat kemarin, Lavrov mengekspresikan kekecewaan Rusia terhadap PBB yang tidak segera bertindak cepat merespon permintaan investigasi atas senjata kimia yang digunakan di area Khan al-Assal di Aleppo. “Kami berulangkali memperingatkan bahwa isu ini bisa memicu persoalan lain, dan karena itu kami ingin penyelidikan yang akurat tentang tindakan menggunakan senjata kimia beracun,” kata Lavrov kepada reporter. “Moskow berulangkali meminta agar memperhatikan provokasi serius dari kelompok oposisi takfiri dan teroris yang menggunakan senjata pemusnah massal, khususnya senjata kimia,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Alexander Lukashevich. 

Lukashevich juga menegaskan bahwa pemerintah Syria sudah berulang-kali berjanji tidak akan menggunakan senjata kimia, kalaupun punya, di Syiria. Media Turki sebelumnya melaporkan bahwa dinas inteligen Turki telah menangkap 12 orang dari kelompok Jabhat al-Nusra yang punya hubungan dengan al-Qaida. Kelompok ini membawa 2 kg gas sarin beracun, amunisi, beberapa dokumen dan informasi digital.

 http://sana.sy/eng/22/2013/06/01/485062.htm 

Jabhat al-Nusra (Front al-Nusra) adalah kelompok radikal yang mengaku sebagai kelompok jihad Islam Sunni, yang bertujuan menggulingkan pemerintahan Assad, dan membentuk negara Pan-Islam dengan tujuan membangun kekhalifahan Islam. 

Kelompok ini menyebut Amerika dan Israel sebagai musuh Islam dan memperingatkan Barat agar tidak campur tangan di Syiria. 

Anggota kelompok dari divisi Syria mengklaim mereka hanya menyerang pemerintahan Assad dan tidak akan menyerang negara Barat. Amerika menuduh Jabhat al-Nusra berafiliasi dengan al-Qaeda di Irak, dan pada April 2013 pemimpin al-Qaeda di Irak merilis pernyataan yang membenarkan hubungan al-Qaeda dengan Jabhat al-Nusra. 

Perdana Menteri irak Hoshyar Zebari mengatakan bahwa al-Qaeda di irak telah berangkat ke Syiria, untuk bergabung dengan Front al-Nushra. Mereka adalah orang-orang yang terlatih dan berpengalaman dalam berperang. Kelompok ini menolak gencatan senjata dengan Syiria. Front al-Nusra ini berulang kali melakukan serangan bom bunuh diri, sekitar 57 kali serangan bom bunuh diri. diduga front ini mempersiapkan serangan dgn senjata gas sarin ke target sipil maupun militer tanpa pandang bulu.

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright @ 2013 Almuslimuna.