Penipuan Data Dan Berita Oleh Media Jihadis Suriyah

Penipuan data oleh media Jihadis Suriyah sangat memalukan, bagaimana Jihad yang suci itu disertai dengan kebohongan berita dan fitnah. Apakah Jihad boleh melakukan penipuan data dan informasi? Apakah Nabi dan Para Sahabat pernah melakukan Jihad dengan menyertakan kebohongan berita yang disebarnya? 

Berikut adalah data dan berita palsu yang disebarkan oleh media jihadis Suriyah: 

1. Lihat scan gambar berikut, ini adalah penipuan berita pertama  yang dilakukan oleh media jihadis suriyah:


Peristiwa ini dibuat seakan akan sebagai sebuah peritiwa di Suriah namun alangkah memalukannya, sebab Foto ini adalah dokumentasi dari wartawan Italia Marco Di Lauro ketika meliput peperangan di Iraq tahun 2003. 

foto pernah dimuat di sini http://montanari.blogautore.repubblica.it/2008/04/13/diritto-dautore/ 

dan di situs pribadi Marco Di Lauro http://www.marcodilauro.com/portfolio/war-religion/#num=content-316&id=album-8 

2. video seorang anak kecil yang menangis, dan ini disebut sebagai korban kekejaman Pemerintah Suriyah silahkan klik: http://aslibumiayu.wordpress.com/2012/08/25/pembantaian-kaum-muslimin-di-suriah-oleh-rezim-syiah-masih-berlangsung/ 

Koresponden HNN press yang merupakan mitra pemerintah tersebut memaparkan bahwa video itu adalah video dari keluarga tentara Nasional Suriah SAA yang gugur ketika perang. 

3. Pemalsuan berita yang amat fatal dan memalukan oleh media provokasi ini memaparkan kepada pembaca bahwa video penganiayaan seorang ibu dan laki-laki oleh tentara pendukung pemerintah Suriyah dengan link video http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=t7jSweu1oBc 

Video ini sebenarnya adalah perilaku represif terhadap seorang Ibu oleh pihak Keamanan Nesir di bilangan jalan Cairo, Mesir pada bulan Desember 2011 Silakan rujuk pada berita Hilal Sulaiman Mesir di bawah ini www.wilpfinternational.org/azza-hilal-suleiman/ dan video source lainnya http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=RLkjOazXgo8 

Akan ada berita berita palsu dari media teroris yang terus berlanjut dan berkembang, kita tunggu episode berikutnya.

Related Posts: